ARIANTOTLE


Kamu sedang diliputi oleh kesukaran dimana kamu harus menyelesaikan proyek mesin kamu. “Tinggal sedikit lagi” begitulah gumammu. Namun, kamu segera menyadari bahwa ada sesuatu yang kurang untuk melengkapi proyek kamu tersebut dan kamu tahu dimana untuk mendapatkan bahan yang kurang itu. Kamu segera beranjak dari tempat dudukmu dan melangkah ke sebuah ruangan dimana disitulah pengharapanmu ada. Kamu membuka pintu kayu yang kini telah sedikit lapuk dengan bebauannya yang khas  yang menyebar semerbak hingga mendarat di hidungmu. Pintu terbuka dan ruangan itu remang-remang karena lampu yang terpasang disana kini telah larut dimakan usia, mungkin umurnya tidak lama lagi. Tatapanmu pada lampu kini beralih kehadapan dan kamu pun  melangkah masuk dengan memijaki lantai yang lembab, kotor, dan beraroma khas ruangan yang telah lama tidak terjamah oleh manusia. Namun baru satu langkah kamu bergerak, listrik tiba-tiba mati dan meninggalkan cahaya rembulan redup yang masuk melalui ventilasi kecil diatas sana. Kamu pun kebingungan karena kamu tidak memiliki senter dan juga terperangkap didalam kesunyian ruangan yang dinamakan gudang ini sendirian. Kamu hanya pasrah dan bermodalkan harapan kamu melangkah mencari barang yang diinginkan dengan dinaungi oleh redupnya cahaya rembulan itu. Seketika kamu kaget karena kamu melihat bayangan kamu didalam cermin besar, ya didalam cermin disana dimana seharusnya kamu tidak kaget. Cermin yang berjarak sekitar lima meter darimu itu sebenarnya memantulkan bayangan redup dari dirimu yang hampir tidak kelihatan sama sekali. “Apa itu?”  dan terlontar pertanyaan bernada lemah dari mulutmu setelah kamu melihat bahwa ada bayangan putih dibelakang bayangan dirimu. Matamu mencoba bergerak kebelakang namun kepalamu tetap diam ditempat. Dengan kurang dari satu detik kepalamu kini berbalik kebelakang dan melihat, tidak ada apa-apa dibelakangmu. Kamu kembali melihat kedalam cermin dan bayangan itu hilang. Jantungmu masih berdegup kencang  namun kamu kuatkan tekad dan mencoba kembali kedalam tujuan asalmu mengapa kamu berada didalam ruangan ini. Kamu pun melangkah kearah tumpukan barang yang terletak disebelah kiri tidak jauh dari cermin itu. Setelah sampai, kamu pun membongkar kesana sini barang dan mencoba mencari, namun tak terkira bahwa ada sekitar tiga tikus ditemani beberapa kecoa di hadapanmu dan mereka membuatmu kaget hingga kamu terlompat kebelakang, tak disengaja kamu tersandung sesuatu ketika kamu mundur kebelakang, dan ketika kamu masih sedang menahan keseimbangan, kamu terpeleset dan kamu mengetahui bahwa kamu akan menabrak cermin yang ada dibelakangmu. Kamu menutup mata dan berharap hal itu tidak sakit dan serpihan cermin tidak melukai dirimu. Tiba-tiba punggungmu menabrak sesuatu yang keras, ya, kamu menabrak dinding gudangmu sendiri. Dalam keadaan terduduk dan dengan rasa sedikit sakit pada tulang pinggulmu, kamu mencoba melihat dan matamu dengan liar mencari dimana letak cermin itu, alhasil kamu tidak mendapatinya. Kamu terdiam, “Apa mungkin...?” belum sempat hatimu selesai berbicara, listrik kembali menyala dan menghadirkan cahaya keremangan lampu gudang yang menyinari seisinya. Kamu pun kini mengetahui bahwa tidak ada yang namanya cermin di dalam gudangmu. Lantas, bayanganmu? , kamu pun merinding dengan bulu kuduk yang berdiri.

Sumber: http://fakhri77.mywapblog.com

Post a Comment