ARIANTOTLE
Zaman terus berganti, maka tentunya ada perubahan baik secara significant ataupun tidak. Namun ada sesuatu yang menurut saya cukup banyak berubah sejak tahun 2006. Ya, moral anak muda zaman sekarang telah banyak luntur namun masih ada yang bertahan

Dari pantauan saya sejak 2014, terjadi suatu perubahan moral bagi anak muda yang cenderung terlihat kasat mata, contohnya saja cara berbicara atau sikapnya yang tentu tidak bisa dipungkiri

Menurut ingatan saya, sungguh keadaan sekarang ini berbeda dengan masa kecil saya pada tahun 2006. Ketika itu, cara berbicara antarsesama masih normal layaknya berbicara biasa, namun beberapa tahun terakhir ini, saya melihat beberapa anak kisaran umur 4-6 tahun, cara berbicaranya cenderung ditinggi-tinggikan sehingga terlihat sedang marah. Ini terlihat bila ia bersosialisasi dengan teman sebayanya atau parahnya lagi kepada orang yang lebih tua darinya.

Mengapa hal demikian dapat terjadi?
Tentunya ini tidak terlepas dari lingkungan pergaulan sang anak juga pengaruh dari media massa seperti TV yang kita lihat saat ini. Program TV yang mayoritas berlatar percintaan atau perkelahiaan  menjadi tiruan bagi sang anak apalagi bila ditambah oleh sang anak yang tidak diawasi oleh orangtuanya, merajalelalah hal tersebut.

Jadi, apa yang harus dilakukan?
Yang harus dilakukan yaitu
1. Bila anda seorang yang sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak, maka anda bisa meletakkannya sebagai acuan untuk memilih apakah itu baik atau tidak untuk dilakukan
2. Peran orang tua juga sangat diperlukan disini dalam membimbing anaknya dan membangun moral serta karakter yang baik sejak dini. Jika ia telah terbiasa menanam karakter yang baik itu, maka akan tumbuh kebaikan tersendiri baginya.
3.Berilah pengertian mengapa hal itu tidak boleh dilakukan. Anak-anak cenderung keras kepala bila diberi tahu, maka cara yang baik ialah jangan memberikan pengertian dengan cara marah-marah atau bernada tinggi, ini justru akan membuat sang anak menerima pengertian itu melalui telinga kiri, namun keluar lagi melalui telinga kanan
4. Peran sekolah dalam membimbing karakter anak juga sangat diperlukan, juga biasanya sang anak akan meneladani gurunya dan apa-apa akan bersangkutan dengan apa yang dilakukan gurunya, maka apabila sang guru itu sendiri tidak berperilaku yang baik, maka akan berimbas juga kepada sang anak, namun bila guru berperilaku baik, maka sang anak juga akan meneladaninya hingga ia akan berkata "Sungguh indah kebaikan"
5.Peran masyarakat juga sangat diperlukan, karena apabila lingkungan masyarakat tersebut tidak baik, maka akan berdampak juga pada anak tersebut begitu juga sebaliknya
6.Peran negara, sudah tentu karena sang anak berada di dalam negara itu. Jika negara itu mengembangkan moralnya dengan baik serta menjaga moral itu, maka sang anak akan mengikutinya karena jika tidak ia akan sadar diri sendiri bahwa yang dilakukannya sangat berbeda dengan yang diterapkan negara
7.Peran dunia, inilah yang saya imajinasikan dan saya impikan, karena apabila seluruh dunia berada dalam moral yang baik, maka generasi penerus bumi nanti akan menjadi manusia berakhlak mulia juga. Maka dama dan tenteramlah seluruh muka bumi.
8.Peran agama, sudah tentu karena agama pada intinya adalah mengarahkan manusia itu sendiri untuk kebaikan.


Maka, marilah kita membangun moral kita yang sejatinya itu adalah kita sehingga bangsa Indonesia ini nantinya menjadi bangsa yang damai dan tenteram serta sejahtera. Juga kita harus, membimbing generasi muda dalam berakhlak dan bermoral karena merekalah yang akan menjadi generasi penerus bangsa.


Post a Comment