ARIANTOTLE
Hari ini, aku membuka lembaran kenangan lama. Tepatnya pada blog pertama aku yang sudah kulupa passwordnya. Mataku tertuju pada sebuah cerpen yang tertanda tanggal 04-Mar-2013. Itu berarti cerpen yang kubuat itu ialah cerpen ketika aku masih kelas 7. Aku membacanya, senyum pun terukir di wajahku tatkala aku mengingat bagaimana aku menulis cerpen yang berjudul "Kekuasaan Ilahi" tersebut lengkap dengan Amanatnya. Berikut adalah Cerpen yang kumaksud:

"Pada suatu hari, ada seorang anak beserta keluarganya pergi ke pantai. Kemudian si anak mengemas barang-barang dan pergilah ia beserta keluarganya ke pantai.
Si anak:"Bu,ayo kita ke Pantai"
Si ibu:"ayo nak ^_^"
Si ayah:"udah dibawa semuakan barangnya?"
Si anak:"udah donk yah "
Sesampainya di Pantai,si anak sangat gembira sekali. Selang 10 menit, terjadi tragedi yg sangat mengerikan yaitu datang sebuah gempa dahsyat dengan kekuatan 9.3 SR.
BMKG:"Perhatian bagi warga yg tinggal dipantai agar segera menuju ke tempat yg lebih tinggi karena akan terjadi tragedi berikutnya,trims"
Sewaktu 3 menit setelah peringatan datang,ombak raksasa yg dikenal dengan sebutan "Tsunami" datang dari kejauhan
Si anak:"bu,apa itu?"
Si ibu:"tidak tau nak.Yah,apa itu?"
Si ayah:"Mungkinkah itu tsunami?"
Si ibu:"what??"

Maka larilah mereka ke dataran yg lebih tinggi Dengan menaiki kendaraan mereka. Mungkin nasib sedang tidak berada pada mereka, tiba-tiba kendaraan mereka mogok di 90 m dari bibir pantai dan terlihat gelombang setinggi 20 meter tebar pesona dengan ketinggian dan keindahannya namun menyeramkan. Segeralah mereka turun dari kendaraan mereka tersebut dan berlari sekuat tenaga. Akan tetapi,si ayah kelelahan dan hampir pingsan.
Si ayah: "(dalam keadaan lelah) Nak,ayah tidak kuat lagi untuk berlari. Berlarilah kalian..!!"
S ianak: "Yah...jangan yah...kita harus berkumpul seperti semula lagi...!!"
Ternyata,tsunami itu berada 30 m dari mereka
Si ayah: "cepat..lari..!!"
Si anak: "(menangis) tapi yah...."
Si ayah: "cepat pergi..!!"

Kemudian, berlarilah mereka meninggalkan si ayah dengan meneteskan air mata kesedihan karena kehilangan salah seorang dari keluarga mereka.
Dari belakang,terlihat tsunami yg mendekat.Dengan ligat, si ibu dan anak tersebut menaiki pohon yg tinggi, akhirnya mereka selamat dari kejaran tsunami ganas tersebut.
Dari bawah, terlihat sebuah perahu yg mendekat dengan pohon yg mereka naiki, segeralah mereka menaiki perahu tersebut. Dalam keadaan terombang-ambing di perahu, terlihat sebuah daratan yg tinggi, segeralah mereka berhenti disitu.

Akan tetapi, datang sebuah gempa susulan 8.3 SR yg membuat longsor besar di dasar laut dan membangkitkan Tsunami 35 M. Disaat getaran itu terjadi, dataran yg si ibu dan si anak mengungsi itu seketika longsor dan membuat mereka tercebur ke dalam air.Dari kejauhan, tsunami susulan tersebut muncul dan menghempaskan mereka sehingga mereka terombang-ambing. Mereka lemas,dan tidak berdaya. Kemudian si ibu berdo'a
Si ibu: "Oh sang khalik,berilah kami kekuatan untuk menghadapi ujianmu ini"
Seketika tersebut, datang petir yg menyambar salah satu pohon di suatu dataran tinggi dan terjatuhlah pohon tersebut di depan mereka sehingga mereka dapat berlabuh di atas batang pohon tersebut. Mereka sangat lemah dan hanya pasrah kepada Sang Khalik. Dan akhirnya mereka pingsan

*2 jam kemudian*
Di saat mereka membuka mata...si ibu dan si anak terpisah ketika airnya sudah surut. Si ibu segera berlari sambil meneteskan air mata mencari anaknya...setelah ia lelah dan lemas, ditemuinya salah seorang dari TIM SAR yg memang ditugaskan untuk mencari korban selamat. Kemudian si ibu meminta tolong.
Si ibu: "Mas,tolong saya,anak saya hilang :'( "
TIM SAR: "Jangan khawatir bu,kami akan berusaha mencarinya"
Kemudian terdengar suara tangisan anak kecil
Si ibu: "(menangis) Mas,itu suara anak saya"
TIM SAR: "Wah iya.itu dia (menunjuk ke salah satu pohon kelapa)"
Kemudian, TIM SAR tersebut mengambil tangga dan menyelamatkan anak yg terkulai lemas tersebut.
Setelah si anak sampai kebawah, si ibu segera memeluknya....
Dan sepertinya hanya mereka berdualah yg selamat dari tragedi mengerikan tersebut

=======TAMAT=======

Amanah
Dalam keadaan apapun, ketika kita hanya terbaring lemas menghadapi masalah, berdo'alah kamu kepada sang khalik, insyaallah akan dikabulkan"



Menurutku cukup unik, karena memang sejak kelas 7 aku sangat hobi menulis cerpen dan ditambah teman-temanku mendukungku. Dan kenangan itu masih teringat padaku.

Post a Comment