ARIANTOTLE

“Kamu di mana?”
Mataku liar melihat ke sekeliling ruangan yang bernuansa remang-remang ini. Namun, aku hanya mendengar suara terengah-engah dari dalam HP.
“Seharusnya kita tidak usah ke sini,” hatiku menyaut.
“Aa..aku di balik gorden.” Terdengar suara sahutan gemetar dari dalam HP.
Aku melihatnya. Di depanku ada sebuah gorden lebar yang membentang dengan kaki yang terlihat di bawahnya. Dengan langkah perlahan namun pasti aku mendekatinya.

Duarrrr...
“Eh?”
Seketika petir menyambar dan seketika itu pula aku melangkah mundur. Suatu keanehan baru saja terjadi. Aku melihat siluet cahaya dari balik gorden. Siluet yang menandakan tidak ada seseorang di balik gorden menghias jendela itu.
“Dan...kaki ini?”

“Aaaakhh.”
Seseorang menarik lengan kiriku, hingga aku terlempar dan terseret ke belakang. Jantungku berdegup kencang dan keringat dingin bercucuran. Aku mencoba mendongak untuk melihat makhluk apa yang menyeretku ini.

“Rio?”
Aku semakin terseret dan keluar dari rumah horror ini. Rio segera melepas genggamannya dan segera mendirikan diriku.
“Untung kamu belum mendekati makhluk itu, Fan!”
“Apa?”
“Aku sebenarnya berada di gorden yang ada di belakangmu, tapi kamu malah melangkah ke arahnya!”
“Arahnya..??”
“Iya! yang menyebabkan ini!!”
Ia memperlihatkan kakinya yang berdarah-darah.
“Dan ia hampir mengambil kakiku!” tambahnya.

Post a Comment