ARIANTOTLE

Senin, 20 November 2017

"Huaaa~" geramku membatin.
Perasaanku tidak karuan, antara sedih, bingung, bimbang dan dirudung emosi. Aku menatap laptop milikku yang tersangkut alias macet, sedangkan ada tugas penting yang harus kukerjakan. Batinku berbisik, "mending shalat dulu daripada terus gini". Aku pun shalat isya dahulu, kemudian setelah selesai aku kembali melihat laptop yang sudah memunculkan layarnya. Geram batinku sedikit mereda. Dalam kondisi ini, aku terdiam dan ada buih-buih pedih yang mengambang. Aku pun kembali duduk di atas sajadah. Kuambil meja kecil dan Al-Qur'an. Aku pun membaca dengan lirih dan pelan. Kumulai baca Surah At-Tur, lalu kubaca Surah An-Najm. Tiba-tiba aku terdiam. Karena aku membaca ayat sekaligus melihat arti di bawah setiap kata pada ayat. Ada air mata yang ingin mengucur, dadaku bergejolak seakan memanggil "Ya Allah..."
Segala permasalahan, kesedihan, kebimbangan, dan tanda tanya harapanku terngiang… Mataku terus menelusuri ayat 32 surah An-Najm dan artinya itu.
"(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa"
Ayat ini seakan menegaskan bahwa Allah benar-benar mengetahui tentang aku. Segala kesedihan dan kebingunganku. Dan aku teringat surah Al-Baqarah: 286 "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya."
Aku mendapatkan cahaya semangat dan hanya kepada Allah-lah aku bertawakkal.

Post a Comment