ARIANTOTLE

Sadarilah oleh Anda bahwa zaman tak akan berada pada satu kondisi yang sama terus menerus, sebagaimana firman Allah, "Hari-hari itu Kami pergilirkan di antara manusia" (QS. Ali-Imran: 140). Suatu saat seseorang ditimpa kefakiran, namun pada saat yang lain bisa kaya; suatu saat mulia, lain kali tiba-tiba sangat hina.

Orang yang kuat adalah yang selalu berada dalam satu jalur, yaitu takwa kepada Allah. Dengan bekal itu, jika ia kaya, maka kekayaannya akan menghiasi dirinya dan jika ditimpa kefakiran, pintu kesabarannya telah lama terbuka seluas-luasnya. Jika ia sehat, maka itulah puncak kenikmatan baginya dan jika diterpa cobaan, justru akan semakin bening jiwanya. Tak ada yang bisa mempengaruhi hidupnya selain Allah. Tak berpengaruh baginya, apakah zaman sedang naik menanjak ataupun sedang turun ke jurang. Semuanya akan selalu berubah.

Ketakwaan adalah akar dari keselamatan dan penjaga yang tidak pernah tidur melindungi kita dari imbas perubahan zaman. Takwalah yang akan membuat manusia bangkit tatkala tergelincir dan menuntunnya ke jalan yang benar. Kemungkaran pun sebenarnya adalah sebuah kenikmatan, namun tidak sejalan dengan takwa, hingga menjadikan pelakunya sangat merugi.

Hendaklah Anda senantiasa bertakwa dalam segala gerak-gerik Anda. Dengan demikian, Anda akan menemukan bahwa dalam ruang yang sempit sekalipun, sebenarnya ada jalan keluar dan setelah sakit pun akan datang masa sehat. Ini ganjaran yang langsung Anda terima di dunia, sedangkan di akhirat tentu berbeda lagi ceritanya.

Maraji': Shaidul Khathir Karya Imam Ibnu Al-Jauziy


Post a Comment