ARIANTOTLE

Angin pun kembali berbisik
Ia hendak bercerita, namun bungkam
Apakah yang hendak dikatanya? 
Apakah ia merindukan purnama? 
Yang dahulu mereka pernah bersama
Lalu hilang… 
Dan berpisah di negeri siang malam
Purnama merindukan angin
Dan angin merindukan purnama
Angin hendak bergumam… 
Tetap bungkam… 
Ia memanggil awan
Lalu berbisik di peraduan
"Awan, kumerindukan purnama… 
Kini kami berpisah bak dagang buangan
Yang tersesat di gurun larangan
Rinduku rindu beku
Yang memeluk bisik-bisik bisu… 
Oh awan, dengarkan aku"
Awan tersedu
Lalu meneteskan air mata syahdu
Membujuk mentari mendengar
Lalu mentari tersenyum dan bekata
"Duhai engkau yang sedang meminta
Aku kan merunduk di lubuk
Lubuk kenangan dan jingga senja
Temuilah sang purnama
Dalam saat tiada lama… "
Mentari merunduk, tertunduk, lalu terduduk
Di singgasana siang
Dan… menghilang
Ditelan jingga terang
Lalu gelap
Awan dan angin menunggu sembari berharap
Akan kehadiran purnama yang diharap
Tidak lama… 
Purnama menyapa
Bersama angin, mereka bersua
Awan pun tersenyum gembira… 
Dalam malam dan dekapan alam

Post a Comment