4 hari lalu adalah momen yang menjadi ukiran sejarah
dalam hidupku. Ya...4 hari yang lalu aku mengikuti ujian seleksi SBMPTN. Mulai
dari kebingungan caranya gimana pergi ke Pekanbaru, nyari tempat tinggal,
sampai gimana caranya pulang sampai ke rumah. Ya, ceritanya seperti berikut.
Minggu, 6 Mei 2018
Sejenak kebingunganku hilang, karena akhirnya aku
pun tahu arah tujuanku dan bagaimana nantinya untuk ke Pekanbaru. Yap...dengan
bantuan Rani. Rani tolong aku untuk berkomunikasi ke Adit kalau nanti ketika di
Pekanbaru, aku nginap di rumahnya. Rani pun menawarkan aku untuk pergi
bersamanya ke Pekanbaru besok...Besok subuh.
Agenda hari ini ada tabligh akbar di Masjid Baiturrahman
Marlan Jaya yang akan diisi oleh Ustadz Maher Ath-Thuwailibi. Aku dan
teman-teman YBM disuruh hadir jam 11:00 WIB. Aku pun berangkat sekitar jam
10:45 WIB dengan sepedaku.
Sesampainya di depan gerbang masjid, aku hanya
menjumpai beberapa orang yang tidak kukenal, tapi asumsiku kalau mereka adalah
anak rohis dari sekolah lain. Aku mengayuh sepeda mendekati pohon dan
menyandarkannya di sana lalu menguncinya supaya sepedanya tak lari. Sesaat
kemudian, ada seseorang yang datang dari belakangku. Kualihkan pandangan
padanya, itu adalah Bagus. Dia datang dengan mengendarai sepeda motor.
“Dah lama datang, Ri?” tanyanya
“Baru aja sampai tadi,” jawabku.
Kami pun menunggu teman lain. Mungkin mereka agak
lama datang karena acaranya juga memang jam 13:30 WIB. Dan aku pun dapat WA
dari Taufik, kalau dia agak telat datang, mungkin jam 1 nanti.
“Pindah yuk,” ajak Bagus.
Kami pun memindahkan kendaraan kami karena letak
kendaraan kami memang agak jauh dari teras masjid. Lalu kami duduk di teras
dan..menunggu.
Tak lama kemudian, Rahmad dan Fatahul pun datang.
Kami cerita-cerita. Hingga waktu zuhur, kami shalat. Lalu duduk di dalam masjid
sembari menunggu ustadz. Anak rohis lainnya juga sudah ramai datang.
Akhirnya ustadz pun datang dan Taufik juga sudah
datang. Tema tabligh akbar kali ini adalah tentang Ukhuwah dalam Perbedaan.
Materi yang disampaikan unik sekali, ada juga materi ta’aruf. Gaya bahasa yang
digunakan juga unik dan sesuai dengan tema yang dibawakan dan sesuai untuk
audiens yang memang anak muda semua. Dan...aduh, masih ada hal lucu yang gak
bisa kulupakan :D
Setelah selesai, kami pun shalat ashar berjama’ah,
lalu pulang. Kami pun saling berpamitan.
Aku sampai di rumah sekitar jam 5 sore. Dan
istirahat sejenak.
Malamnya, aku belajar lagi untuk persiapan SBMPTN
sekaligus mempersiapkan barang yang diperlukan untuk dibawa besok.
Senin, 7 Mei 2018
Jam masih menunjukkan pukul 3 pagi lewat dan aku
sudah terbangun. Aku langsung mengambil wudhu untuk shalat. Setelah shalat, aku
sahur. Lalu aku pun mengisi satu tas lagi untuk buku-buku yang akan dibawa.
Jadi, aku membawa 2 buah tas. Satu untuk buku, satu untuk baju.
Jam 4:30 WIB aku berangkat dengan ayahku ke Jalan Sudirman,
dekat kedai Rani. Jalanan Kota Dumai masih sepi dan suasananya berbeda dengan
siang hari. Setelah sampai, kami mampir dulu ke Masjid Al-Mu’minun di Gang Tarekat
untuk shalat shubuh. Setelah shalat, kami kembali ke jalan sudirman dan
menunggu.
Lama menunggu, aku pun lihat di WA
“Ari dimana?”
“Di dekat KAKIKU” ketikku cepat.
Tak berapa lama, Rani keluar dan mengajakku ke
kedainya, namun aku hanya berdiri di luar. Karena...pertama aku segan, dan
kedua aku lagi pengen bergerak.
Langit mulai berpendar, jalanan sudah mulai
berbunyi. Kami pun berangkat, aku berpamitan dengan ayahku. Di dalam mobil ada
aku, Rani, kedua orang tuanya, dan Fifi. Fifi ingin daftar ulang di UIN SUSKA
RIAU karena dia lulus SNMPTN, kebetulan.. kami juga hari ini ingin sekalian cek
ruangan.
Kami pun berangkat.
Fifi hanya berbaring dari awal berangkat, sementara
Rani..kadang berbaring, kadang main HP di belakang. Aku pun yang kurang tidur
hanya menutup mata berharap untuk tidur, tapi
tak bisa.
Sekitar jam 12 WIB kami sudah hampir sampai di UIN
SUSKA dengan bantuan Google Maps yang baik. Kami masuk dari Jalan Rektor.
Lumayan sempit. Di kiri ada semak-semak, namun di kanan jalan berdiri
tenda-tenda yang banyak di antara pepohonan...entah pohon apa namanya, tapi
pohonnya cantik. Seingatku juga memang sedang ada perkemahan di UIN SUSKA
karena aku lihat di ig nya. Kami pun terus masuk.
“Kita dah sampai?” tanya Rani.
“Kita dah di dalam UIN SUSKA,” jawabku.
Akhirnya kami melihat gedung-gedung indah bernuansi
islami serasa di baghdad era 1001 malam. :D Serius, indah banget. Kami pun
berkeliling untuk mencari gedung tempat tes kami masing-masing.
“Itu gedung G,” ujar Rani.
“Di sana gedung C,” ujarku.
Kami pun berkeliling lalu mutar balik dari A, lalu B
sampai ke G, gedung yang akan menjadi tempat tes Rani, sedangkan aku di gedung
F Fakultas Ushuluddin, di sebelah gedung G.
Kami turun dari mobil lalu mulai cek ruangan Rani,
ruang 107 gedung G. Ternyata ada di lantai 2 dekat sudut kanan depan. Setelah
itu, emaknya Rani jalan ke mobil, dan hanya aku dan Rani jalan ke gedung F
untuk cari ruanganku, ruang 85. Akhirnya kami jumpa dan letak ruanganku di
lantai 3 di tengah-tengah. Sementara itu, tempat dudukku ada di pojok kanan
belakang. Hmmm...senang sih karena rasanya nyaman aja gitu. Akhirnya kami
keluar kembali lalu menuju ke kantin. Kami tak sengaja berjumpa dengan Febi,
lalu berjumpa juga dengan Ola dan Yuli. Kemudian, mereka pergi kembali.
Adit, Yayan, dan teman lainnya berencana ke UIN
SUSKA siang ini, terlihat dari percakapan mereka di grup WA “Rumah Yayan”. Aku
pun terpikir, sepertinya aku gak jadi nginap di rumah Adit, jadinya nginap di
Rumah Yayan, sekalian jadi basecamp.
Setelah lama nunggu, akhirnya adit sampai juga. Kami
pun mencari ruangan adit, di gedung H.
“Berapa nomor ruangannya dit?” tanyaku.
“139” jawabnya.
Kami pun naik tangga dan....
“Eh, nggak ada, yang ini cuma 131” ujarku.
Kami pun turun tangga lalu naik lagi. Bener-bener
gak jumpa. Ternyata ada juga orang lain bertiga atau berempat mencari ruang
136. Mereka pun ngikutin kami.
“Kayaknya kau kemarin bilang di gedung I lah dit”
ujar Rani.
Rani mencoba membuka chat WA nya dengan Adit.
Benar...di gedung I.
Heeeeeee~~~
Pasalnya karena Adit pun tak bawa kartu ujian kemari
tadi.
Kami pun mencari gedung I, namun tak jumpa.
“Mana gedung I ni?” tanyaku.
Kami terus berjalan lurus, lalu belok ke kiri.
Ternyata, gedung I ada jauh di balik gedung yang menghalangi pandangan kami.
Gedung I itu ternyata besar, Fakultas Sains dan Teknologi. Kami pun kembali ke
kantin depan gedung G tadi.
Aku dan Adit pergi ke Masjid untuk shalat zuhur,
sekaligus menunggu teman-teman yang lain. Namun karena agak lama menunggu, dan
Rani beserta ortunya mau pergi nyari penginapan, kami pun pergi menemui Rani
yang sudah pindah ke depan gedung C untuk mengambil tasku yang berisi baju. Adit
pergi ke kantin G tadi untuk mengambil motornya. Lalu kembali ke gedung C. Ternyata
Dimas sudah datang. Lalu Dimas dan Adit pergi sebentar entah kemana dengan motor.
Lalu, Dimas datang sendirian dengan motor Adit. Aku pun berpamitan dengan Rani
dan Ortunya, lalu bersama Dimas pergi ke kantin gedung I. Daus dan Addinul
sudah datang dari tadi. Addinul datang ke Pekanbaru untuk mengurus
berkas-berkas untuk masuk ke Poltekkes.
Dapat kabar dari WA, kalau teman yang lain sudah ada
di UIN SUSKA tepatnya di kantin gedung C. Kami pun pergi ke sana. Di sana sudah
ada Yayan, Farhan1, Farhan2, Nugi’, Wafi, dan Ari. Dari kantin, kami pun cek
ruangan masing-masing bagi yang belum mengecek. Setelah itu, kami shalat ashar
di masjid. Setelah shalat, kami keluar dan duduk sejenak di tepi kolam. Kami
pun memikiran apa yang akan dilakukan selanjutnya..dan diputuskan kalau kami
akan pergi ke rumah Yayan.
Ari memesan mobil online. Hmm...apa ya tu namanya.
Dan setelah mobilnya datang, Aku, Ari, Yayan, dan Addinul pergi duluan.
Teman-teman yang lain masih menunggu mobil yang lain.
Ternyata...kami terjebak macet. Lama banget. Kami
sekitaran adzan maghrib baru sampai. Karena aku puasa, aku pun berbuka sejenak
dengan air putih lalu pergi ke masjid untuk shalat.
Selepas isya, kami pun sudah berkumpul. Namun, Dimas
harus pulang ke rumah Uwaknya karena sesuatu hal. Kami cerita-cerita sekaligus
baca buku. Dan...makan-makan juga. Sekitar jam 11 malam, kami berencana untuk
tidur. Tapi, teman yang lain pada main ML dulu, sementara aku dah tertidur
duluan.
Selasa, 8 Mei 2018
The War for Future
Jam 3 pagi lewat, aku sudah bangun, aku mencoba
membangunkan teman yang lain, tapi...mereka ada yang tertidur lagi :3
Aku pun pergi mandi dan shalat. Yayan pun terbangun
dan shalat juga.
Jam 4 pagi, teman-teman sudah terbangun dan
berpakaian rapi banget. Dan aku merasa...aneh. Karena teman yang lain pakai
baju kemeja kantoran, tapi aku pakai baju koko sendiri :D Tapi, karena itu yang
warnanya putih, yaudah itu aja deh.
Kami sarapan seadanya. Aku hanya makan roti. Kami
pun shalat subuh dulu di masjid lalu berangkat dengan mobil yang sudah dipesan
online.
Entah kenapa perjalanan kali ini rasanya cepat
banget. Namun, walau sepagi ini ternyata sudah banyak yang sampai di UIN SUSKA.
Supirnya mengatakan bahwa untung saja kami berangkat cepat, karena kalau beda
semenit, mungkin sudah terjebak macet. Dan memang...di sepanjang jalan yang
sudah kami lewati, sudah dipenuhi mobil dan sudah macet juga. Kami turun di dekat
masjid UIN SUSKA, di depan Perpustakaan.
Langit mulai berpendar. Aku mengechat Rani dimana
posisinya, karena aku membawa tasku yang berisi baju untuk diletakkan di
mobilnya. Aku rencananya pulang langsung setelah tes ini. Rani ternyata ada di
masjid bersama Febi. Mobilnya ada di depan gedung G.
Sekitar jam 6, kami pun melangkah ke gedung kami
masing-masing. Aku dan Nugi’ sama sama gedung F, sementara Rani, Daus, dan Febi
sama-sama gedung G. Tanpa terduga, perutku meronta-ronta, hmmmm...mungkin
memang setiap mau ada tes, perutku seperti ini. Aku pun ke kamar mandi di salah
satu kantin. Lalu kembali ke gedung F. Di depan gedung, aku melihat, ternyata
sudah ada Einil dan Mufidah di dekat Nugi’. Aku juga bertemu dengan Rahman,
teman OSN kemarin. Kami cerita-cerita, hingga tak terasa sudah mau jam 7. Rara
juga sudah datang, sebelumnya Frista juga sudah datang tapi dia pergi duluan.
Aku, Rara, dan Rahman pun naik ke lantai 2. Lalu aku sendiri lanjut ke lantai 3
dan memasuki ruangan.
Ternyata ruangan sudah ramai, kertas soal dan
jawaban sudah dibagikan, dan pengawas sudah berkata-kata. Yap...aku agak
terlambat sih. Aku pun mengisi biodata terlebih dahulu. Lalu seorang
bapak-bapak datang membawa kertas yang berisikan absen sekalian mengecek kartu
ujian dan SKL ku.
Jam 7:30 WIB, gemetar pun semakin melanda. Aku
merasa tersisih di antara orang-orang yang menurutku persiapannya lebih matang
dariku. Ditambah lagi, laki-laki yang duduk di depanku membawa ijazah. That
means....dia alumni dan lebih siap dariku :’(
Tapi aku tak menyerah, aku terus
berusaha...bismillah..in syaa Allah.
Pada sesi pertama ini, sesi Saintek. Matematika,
Fisika, Kimia, Biologi. Sedikit banget yang aku jawab. Matematika aku hanya
jawab 3-an mungkin, lalu Fisika agak banyak...kimia aku lompatin, dan biologi
agak banyak. Setelah itu, aku balik lagi dari awal. Aku pun mengisi matematika
sebisaku, lanjut ke fisika, dan di kimia ini juga aku kerjakan sebisaku, lalu
aku maksimalkan juga di biologi. Setelah itu, aku balik lagi dari awal dan
kerjain yang masih kosong hingga waktu habis, beberapa jawabanku kosong. Memang
sih tahun ini tidak ada sistem minus, tapi...tetap aja aku agak bimbang buat
isi semua, dan memang waktunya juga gak sempat buat aku lingkarin semua.
Jam 9:15 WIB istirahat, aku berjumpa dengan Awi,
teman OSN juga yang ternyata satu ruangan denganku. Aku pun bercerita
dengannya. Dia bilang kalau Wilson, teman OSNku juga ada di gedung A. Jauh..
Jam 9:45 WIB, kami masuk kembali untuk lanjut ke
sesi TKPA. 90 soal. Berdebar-debar dibuatnya. Aku pun mencoba mengisi
sebisanya. Aku agak terkejut karena ada tipe soal yang baru kutemui dan tidak
kupelajari. Tapi, kucoba jawab semaksimal mungkin. Di tes figural, aku mencoba
untuk mengisi semua. Sesekali aku lihatin jam tangan dan aku semakin gemetaran.
Tanganku lelah. 5 menit sebelum selesai, masih ada yang kosong. Aku pun lihatin
soal dan dengan feeling, aku coba jawab yang tersisa. Dan... aku terkejut.
Full.
“Full?”
Aku jadi makin bimbang, ini beneran aku isi semua?
Soalnya kalau aku jawabnya salah, bisa-bisa jadi penurunan ranking walau tidak
ada sistem minus. Pengawas yang bapak-bapak juga ngago aku.
“Kalau salah, nilainya dikurangin kan Bu?” tanya pak
pengawas kepada bu pengawas.
Bu pengawasnya cuma ngangguk dan senyum-senyum.
Aku pun jadi bingung dan berdebar.
“Sudah?” tanya Pak Pengawas tadi.
Aku hanya mengangguk dan memberi lembar jawabanku. Lalu
berjalan ke depan ruangan, tempat kami meletakkan tas.
“Hoi”
Terdengar sapaan dari seseorang yang berdiri di
sampingku. Kucoba lihat.
“Eh, Yulia?”
Yap, ternyata Yulia, teman SMPku. Dan aku gak sadar
rupanya kami satu ruangan.
“Dimana tadi Yulia duduk?”
“Di situ tadi,” ujar Yulia sambil menunjuk tempat
duduknya. Aih? dekat banget dan aku gak lihat dia tadi.
“Hehehe, sorry ya, gak lihat tadi.”
“Hmm, iyalah, oklah, aku duluan ya.”
“Iya,” jawabku.
Aku keluar ruangan dan berjalan ke kantin gedung G.
Sudah ada Rani ternyata. Kami pun makan siang dulu lalu pergi ke mobil Rani.
Rani duduk di belakang, sementara itu ada penumpang
baru. Ya, temannya emak Rani bersama anaknya, Razzaq. Sebelum kami pulang ke
Dumai, kami ke tempat Kos Kak Ayu dulu, kakak sepupu Rani. Karena Rani kepengen
liburan di Pekan bareng kakaknya. Yaudah kami ke sana. Setelah mengantar Rani,
kami pun pulang ke Dumai.
Aku turun di tempat awal aku berangkat, dekat kedai
Rani. Hufftt lelah sih. Aku pun dijemput sama emakku dan ada adikku juga, lalu
kami pulang ke rumah.
Aku agak lelah, tidak berapa lama aku sampai di
rumah, aku pun tertidur.
---oo---
Alhamdulillah, SBMPTN: The War for Future sudah
dilewati dan Allah telah memudahkanku. Kini, aku masih belajar untuk mempersiapkan
tanggal 22 Mei nanti, yaitu UMPTKIN. Ya.. karena di UMPTKIN ini aku mengambil
IPS (SOSHUM), jadi aku harus belajar lebih ekstra lagi karena aku anak IPA.
Apalagi, ada Keislaman, jadi aku juga harus belajar Al-Qur’an Hadits, Aqidah
Akhlak, Fiqih, dan Tarikh. Bismillahirrahmanirrahiim, In Syaa Allah bisa ^_^
Teman-teman yang lain yang sedang berjuang, semangat juga ya..jangan lupa berdo’a.
Ok, nantikan cerita selanjutnya mengenai UMPTKIN J

Posting Komentar