ARIANTOTLE


Sabtu, 12 Mei 2018
4 hari lalu adalah momen yang menjadi ukiran sejarah dalam hidupku. Ya...4 hari yang lalu aku mengikuti ujian seleksi SBMPTN. Mulai dari kebingungan caranya gimana pergi ke Pekanbaru, nyari tempat tinggal, sampai gimana caranya pulang sampai ke rumah. Ya, ceritanya seperti berikut.

Minggu, 6 Mei 2018
Sejenak kebingunganku hilang, karena akhirnya aku pun tahu arah tujuanku dan bagaimana nantinya untuk ke Pekanbaru. Yap...dengan bantuan Rani. Rani tolong aku untuk berkomunikasi ke Adit kalau nanti ketika di Pekanbaru, aku nginap di rumahnya. Rani pun menawarkan aku untuk pergi bersamanya ke Pekanbaru besok...Besok subuh.

Agenda hari ini ada tabligh akbar di Masjid Baiturrahman Marlan Jaya yang akan diisi oleh Ustadz Maher Ath-Thuwailibi. Aku dan teman-teman YBM disuruh hadir jam 11:00 WIB. Aku pun berangkat sekitar jam 10:45 WIB dengan sepedaku.

Sesampainya di depan gerbang masjid, aku hanya menjumpai beberapa orang yang tidak kukenal, tapi asumsiku kalau mereka adalah anak rohis dari sekolah lain. Aku mengayuh sepeda mendekati pohon dan menyandarkannya di sana lalu menguncinya supaya sepedanya tak lari. Sesaat kemudian, ada seseorang yang datang dari belakangku. Kualihkan pandangan padanya, itu adalah Bagus. Dia datang dengan mengendarai sepeda motor.
“Dah lama datang, Ri?” tanyanya
“Baru aja sampai tadi,” jawabku.

Kami pun menunggu teman lain. Mungkin mereka agak lama datang karena acaranya juga memang jam 13:30 WIB. Dan aku pun dapat WA dari Taufik, kalau dia agak telat datang, mungkin jam 1 nanti.
“Pindah yuk,” ajak Bagus.
Kami pun memindahkan kendaraan kami karena letak kendaraan kami memang agak jauh dari teras masjid. Lalu kami duduk di teras dan..menunggu.

Tak lama kemudian, Rahmad dan Fatahul pun datang. Kami cerita-cerita. Hingga waktu zuhur, kami shalat. Lalu duduk di dalam masjid sembari menunggu ustadz. Anak rohis lainnya juga sudah ramai datang.

Akhirnya ustadz pun datang dan Taufik juga sudah datang. Tema tabligh akbar kali ini adalah tentang Ukhuwah dalam Perbedaan. Materi yang disampaikan unik sekali, ada juga materi ta’aruf. Gaya bahasa yang digunakan juga unik dan sesuai dengan tema yang dibawakan dan sesuai untuk audiens yang memang anak muda semua. Dan...aduh, masih ada hal lucu yang gak bisa kulupakan :D
Setelah selesai, kami pun shalat ashar berjama’ah, lalu pulang. Kami pun saling berpamitan.
Aku sampai di rumah sekitar jam 5 sore. Dan istirahat sejenak.

Malamnya, aku belajar lagi untuk persiapan SBMPTN sekaligus mempersiapkan barang yang diperlukan untuk dibawa besok.

Senin, 7 Mei 2018
Jam masih menunjukkan pukul 3 pagi lewat dan aku sudah terbangun. Aku langsung mengambil wudhu untuk shalat. Setelah shalat, aku sahur. Lalu aku pun mengisi satu tas lagi untuk buku-buku yang akan dibawa. Jadi, aku membawa 2 buah tas. Satu untuk buku, satu untuk baju.

Jam 4:30 WIB aku berangkat dengan ayahku ke Jalan Sudirman, dekat kedai Rani. Jalanan Kota Dumai masih sepi dan suasananya berbeda dengan siang hari. Setelah sampai, kami mampir dulu ke Masjid Al-Mu’minun di Gang Tarekat untuk shalat shubuh. Setelah shalat, kami kembali ke jalan sudirman dan menunggu.

Lama menunggu, aku pun lihat di WA
“Ari dimana?”
“Di dekat KAKIKU” ketikku cepat.
Tak berapa lama, Rani keluar dan mengajakku ke kedainya, namun aku hanya berdiri di luar. Karena...pertama aku segan, dan kedua aku lagi pengen bergerak.

Langit mulai berpendar, jalanan sudah mulai berbunyi. Kami pun berangkat, aku berpamitan dengan ayahku. Di dalam mobil ada aku, Rani, kedua orang tuanya, dan Fifi. Fifi ingin daftar ulang di UIN SUSKA RIAU karena dia lulus SNMPTN, kebetulan.. kami juga hari ini ingin sekalian cek ruangan.
Kami pun berangkat.

Fifi hanya berbaring dari awal berangkat, sementara Rani..kadang berbaring, kadang main HP di belakang. Aku pun yang kurang tidur hanya menutup mata berharap untuk tidur, tapi  tak bisa.
Sekitar jam 12 WIB kami sudah hampir sampai di UIN SUSKA dengan bantuan Google Maps yang baik. Kami masuk dari Jalan Rektor. Lumayan sempit. Di kiri ada semak-semak, namun di kanan jalan berdiri tenda-tenda yang banyak di antara pepohonan...entah pohon apa namanya, tapi pohonnya cantik. Seingatku juga memang sedang ada perkemahan di UIN SUSKA karena aku lihat di ig nya. Kami pun terus masuk.

“Kita dah sampai?” tanya Rani.
“Kita dah di dalam UIN SUSKA,” jawabku.
Akhirnya kami melihat gedung-gedung indah bernuansi islami serasa di baghdad era 1001 malam. :D Serius, indah banget. Kami pun berkeliling untuk mencari gedung tempat tes kami masing-masing.
“Itu gedung G,” ujar Rani.
“Di sana gedung C,” ujarku.

Kami pun berkeliling lalu mutar balik dari A, lalu B sampai ke G, gedung yang akan menjadi tempat tes Rani, sedangkan aku di gedung F Fakultas Ushuluddin, di sebelah gedung G.

Kami turun dari mobil lalu mulai cek ruangan Rani, ruang 107 gedung G. Ternyata ada di lantai 2 dekat sudut kanan depan. Setelah itu, emaknya Rani jalan ke mobil, dan hanya aku dan Rani jalan ke gedung F untuk cari ruanganku, ruang 85. Akhirnya kami jumpa dan letak ruanganku di lantai 3 di tengah-tengah. Sementara itu, tempat dudukku ada di pojok kanan belakang. Hmmm...senang sih karena rasanya nyaman aja gitu. Akhirnya kami keluar kembali lalu menuju ke kantin. Kami tak sengaja berjumpa dengan Febi, lalu berjumpa juga dengan Ola dan Yuli. Kemudian, mereka pergi kembali.

Adit, Yayan, dan teman lainnya berencana ke UIN SUSKA siang ini, terlihat dari percakapan mereka di grup WA “Rumah Yayan”. Aku pun terpikir, sepertinya aku gak jadi nginap di rumah Adit, jadinya nginap di Rumah Yayan, sekalian jadi basecamp.

Setelah lama nunggu, akhirnya adit sampai juga. Kami pun mencari ruangan adit, di gedung H.
“Berapa nomor ruangannya dit?” tanyaku.
“139” jawabnya.
Kami pun naik tangga dan....
“Eh, nggak ada, yang ini cuma 131” ujarku.
Kami pun turun tangga lalu naik lagi. Bener-bener gak jumpa. Ternyata ada juga orang lain bertiga atau berempat mencari ruang 136. Mereka pun ngikutin kami.
“Kayaknya kau kemarin bilang di gedung I lah dit” ujar Rani.
Rani mencoba membuka chat WA nya dengan Adit. Benar...di gedung I.

Heeeeeee~~~
Pasalnya karena Adit pun tak bawa kartu ujian kemari tadi.

Kami pun mencari gedung I, namun tak jumpa.
“Mana gedung I ni?” tanyaku.
Kami terus berjalan lurus, lalu belok ke kiri. Ternyata, gedung I ada jauh di balik gedung yang menghalangi pandangan kami. Gedung I itu ternyata besar, Fakultas Sains dan Teknologi. Kami pun kembali ke kantin depan gedung G tadi.

Aku dan Adit pergi ke Masjid untuk shalat zuhur, sekaligus menunggu teman-teman yang lain. Namun karena agak lama menunggu, dan Rani beserta ortunya mau pergi nyari penginapan, kami pun pergi menemui Rani yang sudah pindah ke depan gedung C untuk mengambil tasku yang berisi baju. Adit pergi ke kantin G tadi untuk mengambil motornya. Lalu kembali ke gedung C. Ternyata Dimas sudah datang. Lalu Dimas dan Adit pergi sebentar entah kemana dengan motor. Lalu, Dimas datang sendirian dengan motor Adit. Aku pun berpamitan dengan Rani dan Ortunya, lalu bersama Dimas pergi ke kantin gedung I. Daus dan Addinul sudah datang dari tadi. Addinul datang ke Pekanbaru untuk mengurus berkas-berkas untuk masuk ke Poltekkes.

Dapat kabar dari WA, kalau teman yang lain sudah ada di UIN SUSKA tepatnya di kantin gedung C. Kami pun pergi ke sana. Di sana sudah ada Yayan, Farhan1, Farhan2, Nugi’, Wafi, dan Ari. Dari kantin, kami pun cek ruangan masing-masing bagi yang belum mengecek. Setelah itu, kami shalat ashar di masjid. Setelah shalat, kami keluar dan duduk sejenak di tepi kolam. Kami pun memikiran apa yang akan dilakukan selanjutnya..dan diputuskan kalau kami akan pergi ke rumah Yayan.
Ari memesan mobil online. Hmm...apa ya tu namanya. Dan setelah mobilnya datang, Aku, Ari, Yayan, dan Addinul pergi duluan. Teman-teman yang lain masih menunggu mobil yang lain.

Ternyata...kami terjebak macet. Lama banget. Kami sekitaran adzan maghrib baru sampai. Karena aku puasa, aku pun berbuka sejenak dengan air putih lalu pergi ke masjid untuk shalat.
Selepas isya, kami pun sudah berkumpul. Namun, Dimas harus pulang ke rumah Uwaknya karena sesuatu hal. Kami cerita-cerita sekaligus baca buku. Dan...makan-makan juga. Sekitar jam 11 malam, kami berencana untuk tidur. Tapi, teman yang lain pada main ML dulu, sementara aku dah tertidur duluan.

Selasa, 8 Mei 2018
The War for Future
Jam 3 pagi lewat, aku sudah bangun, aku mencoba membangunkan teman yang lain, tapi...mereka ada yang tertidur lagi :3

Aku pun pergi mandi dan shalat. Yayan pun terbangun dan shalat juga.
Jam 4 pagi, teman-teman sudah terbangun dan berpakaian rapi banget. Dan aku merasa...aneh. Karena teman yang lain pakai baju kemeja kantoran, tapi aku pakai baju koko sendiri :D Tapi, karena itu yang warnanya putih, yaudah itu aja deh.

Kami sarapan seadanya. Aku hanya makan roti. Kami pun shalat subuh dulu di masjid lalu berangkat dengan mobil yang sudah dipesan online.

Entah kenapa perjalanan kali ini rasanya cepat banget. Namun, walau sepagi ini ternyata sudah banyak yang sampai di UIN SUSKA. Supirnya mengatakan bahwa untung saja kami berangkat cepat, karena kalau beda semenit, mungkin sudah terjebak macet. Dan memang...di sepanjang jalan yang sudah kami lewati, sudah dipenuhi mobil dan sudah macet juga. Kami turun di dekat masjid UIN SUSKA, di depan Perpustakaan.

Langit mulai berpendar. Aku mengechat Rani dimana posisinya, karena aku membawa tasku yang berisi baju untuk diletakkan di mobilnya. Aku rencananya pulang langsung setelah tes ini. Rani ternyata ada di masjid bersama Febi. Mobilnya ada di depan gedung G.

Sekitar jam 6, kami pun melangkah ke gedung kami masing-masing. Aku dan Nugi’ sama sama gedung F, sementara Rani, Daus, dan Febi sama-sama gedung G. Tanpa terduga, perutku meronta-ronta, hmmmm...mungkin memang setiap mau ada tes, perutku seperti ini. Aku pun ke kamar mandi di salah satu kantin. Lalu kembali ke gedung F. Di depan gedung, aku melihat, ternyata sudah ada Einil dan Mufidah di dekat Nugi’. Aku juga bertemu dengan Rahman, teman OSN kemarin. Kami cerita-cerita, hingga tak terasa sudah mau jam 7. Rara juga sudah datang, sebelumnya Frista juga sudah datang tapi dia pergi duluan. Aku, Rara, dan Rahman pun naik ke lantai 2. Lalu aku sendiri lanjut ke lantai 3 dan memasuki ruangan.

Ternyata ruangan sudah ramai, kertas soal dan jawaban sudah dibagikan, dan pengawas sudah berkata-kata. Yap...aku agak terlambat sih. Aku pun mengisi biodata terlebih dahulu. Lalu seorang bapak-bapak datang membawa kertas yang berisikan absen sekalian mengecek kartu ujian dan SKL ku.

Jam 7:30 WIB, gemetar pun semakin melanda. Aku merasa tersisih di antara orang-orang yang menurutku persiapannya lebih matang dariku. Ditambah lagi, laki-laki yang duduk di depanku membawa ijazah. That means....dia alumni dan lebih siap dariku :’(
Tapi aku tak menyerah, aku terus berusaha...bismillah..in syaa Allah.

Pada sesi pertama ini, sesi Saintek. Matematika, Fisika, Kimia, Biologi. Sedikit banget yang aku jawab. Matematika aku hanya jawab 3-an mungkin, lalu Fisika agak banyak...kimia aku lompatin, dan biologi agak banyak. Setelah itu, aku balik lagi dari awal. Aku pun mengisi matematika sebisaku, lanjut ke fisika, dan di kimia ini juga aku kerjakan sebisaku, lalu aku maksimalkan juga di biologi. Setelah itu, aku balik lagi dari awal dan kerjain yang masih kosong hingga waktu habis, beberapa jawabanku kosong. Memang sih tahun ini tidak ada sistem minus, tapi...tetap aja aku agak bimbang buat isi semua, dan memang waktunya juga gak sempat buat aku lingkarin semua.

Jam 9:15 WIB istirahat, aku berjumpa dengan Awi, teman OSN juga yang ternyata satu ruangan denganku. Aku pun bercerita dengannya. Dia bilang kalau Wilson, teman OSNku juga ada di gedung A. Jauh..

Jam 9:45 WIB, kami masuk kembali untuk lanjut ke sesi TKPA. 90 soal. Berdebar-debar dibuatnya. Aku pun mencoba mengisi sebisanya. Aku agak terkejut karena ada tipe soal yang baru kutemui dan tidak kupelajari. Tapi, kucoba jawab semaksimal mungkin. Di tes figural, aku mencoba untuk mengisi semua. Sesekali aku lihatin jam tangan dan aku semakin gemetaran. Tanganku lelah. 5 menit sebelum selesai, masih ada yang kosong. Aku pun lihatin soal dan dengan feeling, aku coba jawab yang tersisa. Dan... aku terkejut. Full.
“Full?”
Aku jadi makin bimbang, ini beneran aku isi semua? Soalnya kalau aku jawabnya salah, bisa-bisa jadi penurunan ranking walau tidak ada sistem minus. Pengawas yang bapak-bapak juga ngago aku.
“Kalau salah, nilainya dikurangin kan Bu?” tanya pak pengawas kepada bu pengawas.
Bu pengawasnya cuma ngangguk dan senyum-senyum.
Aku pun jadi bingung dan berdebar.
“Sudah?” tanya Pak Pengawas tadi.
Aku hanya mengangguk dan memberi lembar jawabanku. Lalu berjalan ke depan ruangan, tempat kami meletakkan tas.

“Hoi”
Terdengar sapaan dari seseorang yang berdiri di sampingku. Kucoba lihat.
“Eh, Yulia?”
Yap, ternyata Yulia, teman SMPku. Dan aku gak sadar rupanya kami satu ruangan.
“Dimana tadi Yulia duduk?”
“Di situ tadi,” ujar Yulia sambil menunjuk tempat duduknya. Aih? dekat banget dan aku gak lihat dia tadi.
“Hehehe, sorry ya, gak lihat tadi.”
“Hmm, iyalah, oklah, aku duluan ya.”
“Iya,” jawabku.
Aku keluar ruangan dan berjalan ke kantin gedung G. Sudah ada Rani ternyata. Kami pun makan siang dulu lalu pergi ke mobil Rani.

Rani duduk di belakang, sementara itu ada penumpang baru. Ya, temannya emak Rani bersama anaknya, Razzaq. Sebelum kami pulang ke Dumai, kami ke tempat Kos Kak Ayu dulu, kakak sepupu Rani. Karena Rani kepengen liburan di Pekan bareng kakaknya. Yaudah kami ke sana. Setelah mengantar Rani, kami pun pulang ke Dumai.

Aku turun di tempat awal aku berangkat, dekat kedai Rani. Hufftt lelah sih. Aku pun dijemput sama emakku dan ada adikku juga, lalu kami pulang ke rumah.
Aku agak lelah, tidak berapa lama aku sampai di rumah, aku pun tertidur.

---oo---

Alhamdulillah, SBMPTN: The War for Future sudah dilewati dan Allah telah memudahkanku. Kini, aku masih belajar untuk mempersiapkan tanggal 22 Mei nanti, yaitu UMPTKIN. Ya.. karena di UMPTKIN ini aku mengambil IPS (SOSHUM), jadi aku harus belajar lebih ekstra lagi karena aku anak IPA. Apalagi, ada Keislaman, jadi aku juga harus belajar Al-Qur’an Hadits, Aqidah Akhlak, Fiqih, dan Tarikh. Bismillahirrahmanirrahiim, In Syaa Allah bisa ^_^ Teman-teman yang lain yang sedang berjuang, semangat juga ya..jangan lupa berdo’a.
Ok, nantikan cerita selanjutnya mengenai UMPTKIN J




Post a Comment