1. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)
Maulana Malik Ibrahim adalah keturunan ke-11 dari
Husain bin Ali. Ia disebut juga Sunan Gresik, Syekh Maghribi, atau terkadang
Makhdum Ibrahim As-Samarqandy. Ia diperkirakan lahir di Samarkand di Asia
Tengah, pada paruh awal abad ke-14. Pada tahun 1419, Malik Ibrahim wafat.
Makamnya terdapat di desa Gapura Wetan, Gresik, Jawa Timur.
2.Sunan Ampel (Raden Rahmat)
Sunan Ampel bernama asli Raden Rahmat, keturunan
ke-12 dari Husain bin Ali, menurut riwayat adalah putra Maulana Malik Ibrahim
dan seorang putri Champa. Sunan Bonang dan Sunan Kudus adalah anak-anaknya,
sedangkan Sunan Drajat adalah cucunya. Makam Sunan Ampel terletak di dekat
Masjid Ampel, Surabaya.
3. Sunan Bonang (Raden Makhdum Ibrahim)
Sunan Bonang adalah putra Sunan Ampel, dan merupakan
keturunan ke-13 dari Husain bin Ali. Sunan Bonang wafat pada tahun 1525.
4. Sunan Drajat (Raden Qasim)
Sunan Drajat adalah putra Sunan Ampel dan merupakan
keturunan ke-13 dari Husain bin Ali. Ia adalah putra Sunan Ampel dengan Nyai
Ageng Manila, putri adipati Tuban bernama Arya Teja. Sunan Drajat banyak
berdakwah kepada masyarakat kebanyakan. Ia menekankan kedermawanan, kerja
keras, dan peningkatan kemakmuran masyarakat, sebagai pengamalan dari agama
islam. Pesantren Sunan Drajat dijalankan secara mandiri sebagai wilayah
perdikan, bertempat di Desa Drajat, Kecamatan Paciran, Lamongan. Tembang Macapat
Pangkur disebutkan sebagai ciptaannya. Gamelan Singomengkok peninggalannya
terdapat di Musium Daerah Sunan Drajat, Lamongan. Sunan Drajat diperkirakan
wafat pada 1522.
5. Sunan Kudus (Jaffar Shadiq)
Sunan Kudus adalah putra Sunan Ngudung atau Raden
Usman Haji dengan Syarifah adik dari Sunan Bonang. Sunan Kudus adalah keturunan
ke-14 dari Husain bin Ali. Sebagai seorang wali, Sunan Kudus memiliki peran
yang besar dalam pemerintahan Kesultanan Demak, yaitu sebagai panglima perang
dan hakim peradilan negara. Ia banyak berdakwah di kalangan kaum penguasa dan
priyayi Jawa. Sunan Kudus diperkirakan wafat pada tahun 1550.
6. Sunan Giri (Raden Paku atau Ainul Yaqin)
Sunan Giri adalah putra Maulana Ishaq. Sunan Giri
adalah keturunan ke-12 dari Husain bin Ali, merupakan murid dari Sunan Ampel
dan saudara seperguruan dari Sunan Bonang. Ia mendirikan pemerintahan mandiri
di Giri Kedaton, Gresik, yang selanjutnya berperan sebagai pusat dakwah Islam
di wilayah Jawa dan Indonesia Timur, bahkan sampai ke kepulauan Maluku. Salah
satu keturunannya yang terkenal ialah Sunan Giri Prapen yang menyebarkan agama
Islam ke wilayah Lombok dan Bima.
7. Sunan Kalijaga (Raden Said)
Sunan Kalijaga adalah putra adipati Tuban yang
bernama Tumenggung Wilatikta atau Raden Sahur. Ia adalah murid Sunan Bonang.
Sunan Kalijaga menggunakan kesenian dan kebudayaan sebagai sarana untuk
berdakwah, antara lain kesenian wayang kulit dan tembang suluk. Tembang suluk Ilir-Ilir
dan Gundul-Gundul Pacul dianggap sebagai hasil karyanya. Dalam satu
riwayat, Sunan Kalijaga disebutkan menikah dengan Dewi Saroh binti Maulana
Ishaq.
8. Sunan Muria (Raden Umar Said)
Sunan Muria atau Raden Umar Said adalah putra Sunan
Kalijaga. Ia adalah putra dari Sunan Kalijaga yang menikah dengan Dewi Sujinah,
putri Sunan Ngudung.
9. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah)
Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah adalah
putra Syarif Abdullah putra Nurul Alam putra Syekh Jamaluddin Akbar. Sunan
Gunung Jati mengembangkan Cirebon sebagai pusat dakwah dan pemerintahannya,
yang sesudahnya kemudian menjadi Kesultanan Cirebon. Anaknya yang bernama
Maulana Hasanuddin juga berhasil mengembangkan kekuasaan dan menyebarkan agama
Islam di Banten, sehingga kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Kesultanan
Banten.
Maraji’: Sistem Kebut Semalam SNMPTN IPS
Posting Komentar